Rekap Bukti Potong buat SPT Tahunan Badan: Panduan Lengkap

SPT Tahunan Badan Itu Level Berbeda

Kalau kamu pernah ngurus SPT Tahunan Orang Pribadi dan mikir itu udah ribet, bersiaplah. SPT Tahunan Badan itu ribetnya berkali-kali lipat.

Bukan cuma karena form-nya lebih panjang. Tapi karena volume bukti potong yang harus direkap jauh lebih banyak.

Perusahaan dengan 100 karyawan? Itu udah 1.200 bukti potong PPh 21 per tahun (100 x 12 bulan). Belum PPh 23 dari vendor, PPh 22, PPh 26 kalau ada transaksi non-residen...

Manual? Forget it.

Bedanya SPT Badan vs Orang Pribadi

Dari sisi bukti potong, perbedaannya:

AspekSPT OPSPT Badan
PPh 21Ya, dari 1 pemberi kerjaYa, dari semua karyawan
PPh 22JarangSering (impor, industri tertentu)
PPh 23KadangSering (vendor, jasa, sewa)
PPh 26JarangKalau ada transaksi non-residen
Volume bukti potongPuluhanRatusan sampai ribuan

Intinya: SPT Badan punya lebih banyak sumber bukti potong, volume lebih besar, dan error lebih mahal.

Apa yang Harus Direkap?

Bukti Potong Masuk (PPh Dipotong oleh Pihak Lain)

Ini bukti potong yang jadi kredit pajak bagi perusahaan. Contoh:

Ini semua bisa diklaim sebagai kredit pajak di SPT Badan.

Bukti Potong Keluar (PPh yang Dipotong Perusahaan)

Ini bukti potong yang diterbitkan oleh perusahaan:

Ini harus dilaporkan di lampiran SPT Badan.

Workflow Rekap untuk SPT Badan

Step 1: Kumpulkan Semua Bukti Potong

Dari berbagai sumber:

Step 2: Kategorisasi per Jenis PPh

Pisahkan bukti potong berdasarkan:

Step 3: Validasi Tiap Kategori

Untuk setiap kategori, cek:

Step 4: Input ke Form SPT

Pakai rekap yang sudah bersih untuk isi lampiran SPT:

Common Mistakes

Kesalahan yang sering bikin SPT Badan ditolak/bermasalah:

  1. Bukti potong dobel masuk — terinput 2x, kredit pajak jadi kelebihan
  2. Masa pajak salah — bukti potong masuk masa pajak yang salah
  3. NPWP typo — kredit pajak gak ke-match di sistem DJP
  4. Lupa klaim kredit pajak — bukti potong ada tapi lupa direkap
  5. Selisih dengan SPT Masa — total tahunan gak match dengan jumlah SPT Masa

Tips: Otomatisasi yang Realistis

Untuk perusahaan, rekap manual ratusan bukti potong itu gak feasible. Tips realistis:

  1. Rekap tiap masa pajak, jangan nunggu akhir tahun
  2. Pakai tool otomatis untuk ekstrak data dari PDF
  3. Validasi berkala — crosscheck dengan SPT Masa tiap bulan
  4. Arsip terstruktur — per kategori, per masa pajak

BukpotRekap bisa handle ekstraksi bukti potong badan (BPPU, BP21, BPNR) dari PDF ke Excel secara otomatis. Cocok untuk konsultan pajak yang handle klien badan.


Butuh bantuan rekap untuk SPT Badan? Hubungi support@bukpotrekap.id.

Coba BukpotRekap gratis

Rekap bukti potong & faktur pajak otomatis, 100% lokal di browser: Ekstrak Bukti Potong · Ekstrak Faktur Pajak · 30 PDF Tools · Harga Pro